JEPARA — Desa Troso di Kecamatan Pecangaan membuktikan diri sebagai benteng pertahanan tekstil tradisional nusantara. Kain tenun ikat yang dibuat menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) ini kini semakin diminati desainer fesyen ternama Indonesia untuk koleksi busana etnik modern.
n
Keunggulan tenun Troso terletak pada presisi perpaduan benang pakan dan lusi, serta fleksibilitas motif yang mampu mengadopsi corak Dayak, Toraja, hingga motif floral khas Jepara.
n
Seorang perajin senior di Desa Troso menuturkan permintaan pesanan dari butik di Jakarta, Bali, dan Surabaya mengalami peningkatan signifikan pasca pameran kriya di Jakarta Convention Center. “Kami terus mempertahankan metode tenun tangan tradisional dengan mempertahankan pewarna alam dari kulit kayu mahoni dan daun mangga,” katanya.