JEPARA — Seni ukir kayu jati yang menjadi identitas legendaris Kabupaten Jepara memasuki babak modernisasi pemasaran. Di era persaingan global, ratusan perajin muda mebel di sentra Tahunan, Sukodono, dan Mulyoharjo mengikuti program akselerasi ekspor digital.
n
Pelatihan ini memfasilitasi pengrajin untuk memanfaatkan teknologi pemodelan 3D dan augmented reality (AR), sehingga calon pembeli di Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah dapat memvisualisasikan penempatan furnitur Jepara secara presisi di ruangan mereka sebelum memesan.
n
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara menegaskan komitmennya untuk mempermudah fasilitasi sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Standar ramah lingkungan ini menjadi kunci utama agar karya seni ukir lokal dapat menembus pasar ritel internasional tanpa hambatan regulasi lingkungan.